
Jakarta, smartsrelay Indonesia
—
Teater musikal bertajuk
Senja Teduh Pelita
resmi digelar Jumat, 3 – 12 Juli 2026, di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki. Pagelaran teater tersebut mengadaptasi lagu-lagu Maliq & D’Essentials.
Teater musikal ini diperankan sejumlah anak-anak dengan tema sci-fi yang berfokus pada harapan, keluarga, dan masa depan bumi. Alur cerita dirangkai melalui 16 lagu Maliq & D’Essentials yang terbagi dalam dua babak pertunjukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Produser, sutradara, dan penulis naskah musikal Senja Teduh Pelita, Nuya Susantono mengungkapkan lagu-lagu Maliq & D’Essentials merupakan inspirasi utama dalam menciptakan kisah dalam Senja Teduh Pelita.
“Kisah yang terjadi di musikal Senja Teduh Pelita adalah sebuah universe yang lahir dari inspirasi atas kegeniusan bunyi dan aksara khas Maliq yang indah, dekat, dan penuh refleksi atas hidup yang kita jalani,” kata Nuya dalam pernyataan resmi yang diterima smartsrelayIndonesia.com.
Teater musikal Senja Teduh Pelita berkisah di sebuah kota yang hampir mati. Kota tersebut dihuni sejumlah anak-anak, yakni Arah sang ahli navigasi, Hara sang ahli tumbuhan, Palu sang ahli bangunan, Volta sang ahli kelistrikan, Raga si kuat yangs erba bisa, dan Lagu sang musisi.
Keenam anak tersebut bertahan hidup sembari menunggu orang tua mereka yang tidak kunjung kembali dari misi mereka, membangun kota baru yang akan menjadi harapan bagi masa depan manusia.
[Gambas:Video smartsrelay]
Suatu hari Arah mendapatkan pesan misterius dari ibunya. Hal tersebut mendorong Arah untuk memulai petualangan menyelamatkan orang tua mereka.
Di saat yang sama muncul lah Kala sang ahli sejarah dan Langit yang ahli membaca bintang. Mereka membawa informasi tentang keberadaan orang tua mereka di sebuah tempat bernama Aurora.
Alih-alih mengangkat kisah romansa, teater musikal ini menyajikan petualangan anak-anak yang memiliki makna tentang perjuangan, keberanian, persahabatan, pengorbanan hingga makna cinta.
Pemeran utama dalam pertunjukan teater musikal ini diperankan oleh dua gender, laki-laki dan perempuan. Karakter Arah versi laki-laki diperankan Alf Elijah Beloved Sigarlaki, sementara karakter Arah versi perempuan diperankan oleh Daria Lakshmi Algamar.
Anak-anak dengan usia minimal 4 tahun sudah dapat menyaksikan teater musikal Senja Teduh Pelita. Sejumlah jadwal pertunjukan masih tersedia pada laman penjualan.
Jadwal yang masih tersedia mulai tanggal 7 Juli – 12 Juli 2026. Pertunjukan pada tanggal 11 – 12 Juli tersedia pada pukul 14.00 WIB dan 19.30 WIB.
Tiket untuk menyaksikan teater musikal ini terbagi menjadi lima kategori yang dijual dengan harga berbeda. Kategori termurah ditempati di lantai dua, yakni pada Balkon Belakang yang dibanderol seharga Rp349 ribu. Sementara, kategori Balkon Depan dibanderol seharga Rp449 ribu.
Untuk penonton yang ingin lebih dekat dengan area panggung, dapat memilih kategori Perunggu yang berada di sayap kiri-kanan lantai 1. Kategori perunggu dibanderol dengan harga Rp649 ribu.
Bagi penonton yang memilih area duduk di bagian tengah, terdapat kategori Perak yang dibanderol dengan harga Rp749 ribu. Kategori termahal ditempati Emas yang terletak paling depan dekat area panggung. Kategori Emas dibanderol seharga Rp849 ribu.
(van/chri)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Awal Pertemuan Ali Khamenei & Khomeini, Jadi Pemimpin hingga Tewas
Baca lagi: Pelawak Narji Cagur Ungkap Alasan Lepas PKS Gabung PSI
Baca lagi: Pabrik Sepatu di China Terbakar, Sejumlah Orang Terjebak di Atap


10 Responses
Artikel ini membuat saya ingin membaca topik lainnya. Sebelum itu, saya juga sempat mampir ke [http://ibiblio.org/pub/Linux/docs/LDP/linuxfocus/Nederlands/July2002/article245.shtml](http://ibiblio.org/pub/Linux/docs/LDP/linuxfocus/Nederlands/July2002/article245.shtml).
Terima kasih sudah berbagi pengetahuan melalui artikel ini. Saya juga menemukan referensi menarik melalui [https://motion-gallery.net/users/671860/creations](https://motion-gallery.net/users/671860/creations).
Saya membaca artikel ini sambil mencari inspirasi, dan ternyata banyak hal menarik yang ditemukan. Saya juga mengunjungi [https://www.walkscore.com/people/101457771779/typhu88-rip](https://www.walkscore.com/people/101457771779/typhu88-rip).
Top banget artikelnya! Nggak nyesel nyempetin waktu buat baca. Barangkali butuh bacaan tambahan, referensi dari https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=288705 juga patut buat dicek.
Makasih udah di-share ilmunya, ini bermanfaat banget buat pemula. Sekadar berbagi aja, situs https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=295423 juga mengupas masalah ini dari angle yang cukup lengkap.
Menarik banget pembahasannya, sukses nambah wawasan saya hari ini. Tadi pas browsing saya juga dapet info komprehensif yang mirip-mirip di https://dl.nanet.go.kr/detail/NONB1200926524, lumayan buat pelengkap.
Insightful banget bacanya pagi-pagi gini. Kalau ada yang penasaran sama studi kasus lainnya, coba deh intip https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=285390 di situ lengkap juga.
Penjelasan yang sangat menarik dan memberikan perspektif baru buat saya. Terima kasih banyak admin! Kebetulan saya juga nemu info serupa yang dibahas mendalam di http://ojs.ufro.cl/index.php/indoamericana/comment/view/579/0/215923 sebagai referensi tambahan.
Penjelasan di atas ringkas tapi padat banget isinya, gampang dipahami. Makasih sharingnya min. Kebetulan saya sempet nemu ulasan sejenis yang gak kalah informatif di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320220237_htm buat pelengkap materi.
Akhirnya ketemu tulisan yang membedah masalah ini dengan tuntas. Sangat membantu riset kecil saya! Btw, ada ulasan pelengkap yang lumayan oke juga di https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F2320272337_htm